Dalam perjalanan pulang dari senam, saya bertemu dengan seorang teman yang dulunya rajin senam tetapi beberapa hari ini tidak hadir. Setelah menanyakan apa kabar dan kenapa dia sudah lama tidak hadir untuk senam. Ternyata temanku itu mempunyai masalah dengan ayahnya yang menderita kanker usus. Teman saya segera bercerita bahwa selama ini ayahnya telah mengalami beberapa kali kemoterapi sehingga kulitnya terbakar. Beberapa minggu terakhir ayahnya menolak untuk melakukan kemoterapi. Keluarga bingung apa yang harus dilakukan. Ternyata beberapa dokter menyarankan untuk mencoba konsumsi minum daun sirsak yang fungsinya untuk kemoterapi. Ternyata bengkak dari hasilnya cukup bagus.
Berikut ini saya mengutip dari majalah Trubus edisi Maret 2011:
dr. Paulus Wahyudi Halim Med Chir meresepkan daur sirsak kepada para pasien 19 jenis kanker sejak 9 tahun lalu. "Kondisi mereka membaik", kata dokter ahli bedah dan kanker alumnus Universitas Degli studi Padova, Italia, itu.
Kasus yang menimpa Andi Emanto lain lagi. Bagi dia berkemih saat paling menyiksa. Urine menetes perlahan, interval panjang, dan rasa nyeri. Celakanya setiap malam ia terbangun 4-5 kali untuk berkemih. Semula ia menduga anyang-anyangan, tetapi 2 bulan kemudia gangguan itu tak kunjung berakhir, tahan lagi menanggung siksa. Ia bergegas memeriksakan diri di sebuah rumah sakit. Andi menjadi ultrasonografi, biopsi atau pengambilan sampel jaringan, dan tes darah. Dokter mendiagnosis Andi Emanto positif mengidap kanker prostat. Nila PSA (prostate specific antigen atau indikator kanker prostat) Andi mencapai 40; angka PSA normal, 10. Dokter mengatakan kanker prostat itu termaduk grade II. Untuk mengatasi sumbatan itu, dokter hanya mengerok jaringan prostat. Harap mafhum, Andi Emanto mengalami hiperplasia alias pembengkatan prostat. Ketika organ itu membengkak atau hiperplasia, menekan uretra sehingga urine sulit keluar dan menumpuk di kantor kemih.
Tips Belajar Efektif dan Eifsien
10 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar